Dalam dunia industri dan konstruksi, sistem perpipaan (piping system) memegang peranan vital. Salah satu komponen kunci yang memastikan aliran fluida berjalan lancar dan aman adalah Flange Pipa. Flange berfungsi sebagai metode penyambungan pipa ke pipa lain, katup (valve), atau peralatan lainnya. Keunggulan utama menggunakan flange dibandingkan pengelasan permanen adalah kemudahan dalam pembongkaran untuk perawatan (maintenance) dan inspeksi. Artikel ini akan mengulas secara mendalam jenis-jenis flange pipa dan fungsinya agar Anda dapat memilih komponen yang tepat sesuai kebutuhan tekanan dan temperatur sistem Anda.
Apa Itu Flange Pipa?
Secara sederhana, flange adalah piringan bulat (atau persegi) yang memiliki lubang di tengah untuk aliran fluida dan lubang baut di sekelilingnya untuk penguncian. Flange biasanya dipasang dengan menggunakan gasket di antara dua permukaan flange untuk mencegah kebocoran.
Jenis-Jenis Flange Berdasarkan Desain
Pemilihan jenis flange sangat bergantung pada tekanan (pressure rating), temperatur, dan jenis fluida yang dialirkan. Berikut adalah jenis flange yang paling umum digunakan:
1. Weld Neck Flange (WN)
Weld Neck Flange mudah dikenali dari lehernya yang panjang dan mengerucut. Leher ini berfungsi untuk menyalurkan tegangan pipa ke flange, sehingga mengurangi konsentrasi tegangan di dasar flange.
- Fungsi & Aplikasi: Ideal untuk aplikasi bertekanan tinggi dan temperatur ekstrem.
- Cara Pasang: Disambung dengan pipa menggunakan metode butt weld (las tumpul).
2. Slip-On Flange (SO)
Sesuai namanya, pipa dimasukkan (“slipped”) ke dalam lubang flange ini sebelum dilas. Diameter dalam flange sedikit lebih besar dari diameter luar pipa.
- Fungsi & Aplikasi: Digunakan untuk aplikasi tekanan rendah hingga menengah. Harganya lebih ekonomis dibanding Weld Neck.
- Cara Pasang: Dilas pada bagian dalam dan luar flange (double fillet weld).
3. Blind Flange
Berbeda dengan jenis lain, Blind Flange tidak memiliki lubang di tengah (buntu).
- Fungsi & Aplikasi: Digunakan untuk menutup ujung pipa, katup, atau bejana tekan (pressure vessel). Sangat penting untuk mempermudah akses saat pembersihan atau penambahan jalur baru di masa depan.
- Ketahanan: Menerima tegangan mekanis paling besar akibat tekanan internal fluida.
4. Socket Weld Flange (SW)
Flange ini memiliki dudukan (socket) di mana pipa dimasukkan sampai batas tertentu sebelum dilas.
- Fungsi & Aplikasi: Umumnya digunakan pada pipa berukuran kecil (di bawah 2 inci) dengan tekanan tinggi.
- Cara Pasang: Dilas hanya di bagian luar (fillet weld).
5. Threaded Flange (Ulir)
Jenis ini memiliki ulir dalam (internal thread) dan disambungkan dengan pipa yang memiliki ulir luar.
- Fungsi & Aplikasi: Digunakan di area yang tidak memperbolehkan adanya pengelasan (misalnya area rawan ledakan/explosive). Cocok untuk tekanan rendah dan temperatur normal.
Jenis Muka Flange (Flange Face Types)
Selain desain bodi, bentuk permukaan (face) flange juga mempengaruhi jenis gasket yang digunakan:
- Raised Face (RF): Permukaan gasket sedikit menonjol. Paling umum digunakan di industri migas.
- Flat Face (FF): Permukaan rata, biasanya untuk flange berbahan besi cor (cast iron).
- Ring Type Joint (RTJ): Memiliki alur cincin untuk gasket logam, khusus untuk tekanan sangat tinggi (Class 600 ke atas).
Kesimpulan
Memahami jenis-jenis flange pipa adalah langkah awal krusial dalam mendesain sistem perpipaan yang aman dan efisien. Weld Neck cocok untuk kondisi kritis, Slip-On untuk efisiensi biaya, dan Blind Flange untuk penutup akhir. Pastikan Anda selalu mengacu pada standar internasional seperti ASME B16.5 atau JIS saat memilih spesifikasi flange.
Tips Pro: Selalu periksa kompatibilitas material flange dengan pipa dan baut untuk menghindari korosi galvanik.







